Kamis, 15 Oktober 2009

Ubah Menu MS Ofiice-mu Sendiri

Mumpung ga terlalu disibukkan dengan pekerjaan kantor, saya coba-coba iseng mengutak-atik komputer. Kali ini, saya tertarik untuk mengubah tampilan menu di Microsoft Office. Biasanya, tiap kali kita install MS Office (Word, Excel, Powerpoint), maka teks menu akan selalu ditampilkan dalam bahasa Inggris (lha iya lah, orang yang bikin softwarenya juga orang bule).




Nah, gimana caranya supaya tampilan teks menu MS Office kita bisa tampil beda dengan punya orang lain, dimana kita bisa merubah bahasanya sesuka hati (mau pakai bahasa Indonesia, bahasa gaul atau bahasa Jawa pun boleh). Berikut triknya.....


  1. Buka aplikasi MS Office (boleh word, excel atau powerpoint).

  2. Klik menu [Tools][Customize]


  3. Klik kanan pada teks menu yang akan diubah.


  4. Di baris [Name], ketikkan teks sesuai keinginan kita. Misal, menu [Window] akan kita ubah menjadi “Jendela”.


  5. Tips: Perhatikan di kotak [Name] terdapat tanda “&”. Gunakan tanda ini di depan huruf yang akan kita jadikan Alt key-nya. Misalkan kita ingin menggunakan Alt key [Alt][I], maka penulisannya: “S&isipkan”, sehingga hasilnya nanti akan menjadi [Sisipkan]. Namun, jika tidak menghendaki penggunaan Alt key, maka hilangkan karakter “&” ini.

  6. Mudah bukan. Selamat Mencoba.

Catatan:
  • Trik ini hanya bisa memodifikasi untuk satu aplikasi saja. Jika menginginkan semua aplikasi MS Office memiliki tampilan menu serupa atau tampil lebih lain lagi, maka kita harus membuka seluruh aplikasi dan memodifikasinya satu per satu.

  • Trik ini tidak akan mengubah short key standar, seperti [Ctrl][O] untuk membuka file, [Ctrl][S] untuk menyimpan, dsb, tapi hanya akan mengubah Alt key. Misal, jika kita telah mengubah teks menu [Window] menjadi teks menu [Jendela], maka Alt key [Alt][W] akan berubah menjadi [Alt][J] (sangat tergantung di depan huruf mana kita meletakkan karakter “&”).

  • Trik ini sementara baru diuji di MS Office 2003.

Kamis, 06 Agustus 2009

Penyesalan yang datang terlambat...

Kehilangan kendali diri dapat membuatmu melakukan hal yang tak sepantasnya kamu lakukan. Setelah itu terjadi, baru kamu menyadari apa yang telah kamu lakukan, meskipun kamu merasa seolah itu mimpi tapi sadarlah itu adalah suatu kenyataan, itu benar-benar terjadi dalam hidupmu. Setelah kamu menyesal, kamu merasa bersalah, tapi sudah terlambat karena apa yang telah kamu lakukan tidak dapat terhapus begitu saja, waktu harus tetap berjalan dan tidak dapat mengulang. Setelah itu, perasaan bersalah akan selalu menghantuimu, meskipun mungkin perbuatanmu sudah termaafkan, tapi kamu tak henti-hentinya menyesali perbuatanmu itu. Meskipun juga kamu memohon maaf pada setiap orang, tetapi nilai itu sudah diberikan ke kamu sebagai konsekuensi atas perbuatanmu.

Jadi, apa yang harus kulakukan?
Tidak ada selain kamu menjauhinya dan membiarkan kelemahan tubuhmu mengacaukan sistem organ, sehingga kamu akan lupa hal-hal di masa lampau, bahkan lupa pada dirimu sendiri. Hanya satu hal yang tidak akan kamu lupakan bahwa dirimu hanyalah kumpulan tanah yang hidup dalam ketidaksempurnaan. Karena di dunia ini tidak ada yang sempurna selain Yang Menciptakan.

Sabtu, 06 Juni 2009

R.S.V.P

R.S.V.P merupakan singkatan dari bahasa Perancis “Répondez s'il vous plaît”, yang diartikan:
  • mohon konfirmasinya/ please respond;
  • mohon jawabannya jika Anda berkenan/ reply if you please.

RSVP banyak ditemui dalam undangan resmi, seminar atau hal yang berkaitan dengan pertemuan penting sehingga pihak panitia/ pengirim undangan biasanya akan membubuhkan nomor kontak yang nantinya bisa dihubungi oleh penerima undangan dengan harapan si penerima undangan tersebut dapat memberikan jawaban/ respon akan kehadirannya memenuhi undangan tersebut.

Untuk mendengarkan cara pengucapannya dalam logat Perancis, silakan merujuk ke alamat ini.

Jumat, 22 Mei 2009

detik.com: Tak Ada "Black Box" di Hercules

Jakarta - Black box selalu menjadi benda yang diburu jika ada pesawat yang mengalami kecelakaan. Tapi ada perkecualian jika yang celaka adalah pesawat militer macam Hercules yang jatuh di Magetan.

"Untuk pesawat militer perlu ditegaskan tidak ada black box," kata Kapuspen TNI Marsekal Madya Sagom Tamboen di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (22/5/2009).

Sagom menjelaskan, black box berisi informasi penting data selama penerbangan termasuk percakapan pilot dengan awak pesawat maupun pangkalan. Hal ini menjadi berbahaya jika black box jatuh ke tangan musuh.

"Kalau misalnya black box ada, contohnya kita perang dan pesawat kita ditembak oleh musuh. Musuh akan dengan mudah mencari black box dan mengetahui isi black box itu," terangnya.

Untuk mengetahui penyebab jatuhnya Hercules di Magetan, Sagom mengatakan TNI sudah membentuk tim panitia penyelidikan kecelakaan pesawat terbang (PPKPT) sejak tragedi itu terjadi. Mereka akan mengumpulkan bukti dan fakta dari berbagai sumber meskipun belum ada perkembangannya.

"Kita kumpulkan fakta-fakta di TKP mulai dari riwayat hidup pesawat, laporan dari orang-orang yang merawat memelihara dan mengoperasikan. Dan keterangan dari penduduk setempat," jelasnya. (gah/nwk)

http://www.detiknews.com/read/2009/05/21/125511/1135153/10/tak-ada-black-box-di-hercules

Rabu, 29 April 2009

Popeye: Misi Hiburan dan Kepentingan Pemerintah AS


Tentunya tidak asing mendengar kata: “Popeye is the Sailorman”. Ya, serial film kartun yang sering diputar di beberapa stasiun televisi. Popeye digambarkan sebagai seorang pelaut Amerika (US Navy) yang memiliki kegemaran makan sekaleng bayam (spinach) untuk membuat tubuhnya jauh lebih kuat dalam setiap aksinya. Tapi tahukah Anda, ternyata ada kepentingan Pemerintah Amerika yang diselipkan dalam pembuatan tokoh Popeye tersebut?

Adalah Elzie Crisler Segar yang menciptakan tokoh Popeye di tahun 1929, dimana pada masa itu baru sebatas komik strip di Harian King Features. Di tahun 1933, Popeye mulai dibuat serialnya dalam bentuk film/ motion pictures dan makin populer hingga tahun 1957.

Masa-masa kepopuleran Popeye adalah masa-masa Amerika mengalami depresi , sekaligus perang dunia. Pengetatan ekonomi berlangsung di mana-mana. Ketika Perang Dunia II berlangsung, sumberdaya termasuk sumber pangan banyak diarahkan untuk keperluan perang. Logikanya, untuk membentuk pasukan tempur yang kuat diperlukan personel-personel tentara yang selalu dalam kondisi fit. Tentu saja kondisi tersebut mengharusnya adanya asupan gizi yang cukup dan seimbang, maka daging, telur, ikan, dan sebagainya dibawa ke medan peperangan untuk dukungan logistik pasukan tempur. Sebaliknya rakyat di dalam negeri hanya mendapatkan “sisa”-nya, diantaranya “bayam”.

Serial Popeye membantu ‘membujuk’ rakyat Amerika agar mau ‘berkorban’ demi ‘kepentingan negara’. Popeye menjadi semacam alat propaganda pemerintah AS pada jamannya, agar rakyat tidak mengomel karena kekurangan makanan (berprotein). Tidak apa-apa makan bayam terus-terusan. Toh Popeye bisa jadi superhero karena makan bayam.
Mengapa bayam yang dipilih? Pertama, bayam mudah tumbuh di mana-mana, dan bisa dipanen dengan cepat. Kedua, penelitian Dr. E Von Wolf di tahun 1870 yang menyimpulkan bahwa bayam memiliki kandungan zat besi 10 kali lebih tinggi dibanding sayuran lainnya. Belakangan, di tahun 1937, hasil penelitian tersebut dikoreksi dimana kandungan zat besi bayam sama saja dengan sayur lainnya! Akan tetapi, sejak kemunculan kartun Popeye tahun 1929, masyarakat terlanjur telah menyambut lahirnya legenda kekuatan otot bayam.

(Disarikan dari berbagai sumber)